• Evan Tanuwijaya – 2101628902
  • Kenneth Sutjiawan – 2101632023

ABSTRACT

The purpose of this research is to produce an interactive tool as a method of therapy for children with Down syndrome in sensory, motoric, creativity and concentration. The research method was carried in three stages, they are problem identification, hardware and software development, and evaluation. Raspberry Pi is used as main controller for the system which stores data and processes input from sensors. In this system it allows children to play sensors to produce combination of LED, music, and short films. The android based system application allows the user to control the system over the network. Evaluation is carried out by testing the sensor input values ​​individually to ensure the sensor is running proper and give expected output. The results obtained are that the pressure sensor is able to turn on the LED combination by producing an ADC value (max. 1023) with a threshold value of 60 per LED with a maximum number of LED turn on 17 LED per sensor. The song press sensor can turn on with the ADC value (max.1023) with a threshold of 150 to turn on the song. The press button can do Next, Previous, and Pause Film. It is concluded that this system can run as designed. This system is also a method of therapy for Down’s syndrome children. (ET,KS)

Keywords : Down Syndrome, Pressure Sensor, Kids, Raspberry Pi, Android

 

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah alat yang interaktif sebagai metode terapi anak penderita sindroma down dalam sensorik, motorik, kreatifitas dan konsentrasi. Metode penelitian dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu identifikasi masalah, pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak, serta evaluasi. Raspberry Pi digunakan sebagai pengendali utama sistem yang menyimpan data dan memproses input dari sensor. Dalam sistem ini memungkinkan anak untuk bermain sensor untuk menghasilkan kombinasi LED, mendengarkan musik, dan menonton film pendek yang tersedia. Aplikasi sistem berbasis android memungkinkan pengguna untuk menyalakan sistem melalui jaringan. Evaluasi dilakukan dengan menguji nilai-nilai input sensor per bagian untuk memastikan bahwa sensor sudah berjalan dengan baik dan menggeluarkan output yang diharapkan. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu untuk sensor tekan sudah dapat menyalakan kombinasi LED dengan menghasilkan nilai ADC (max. 1023) dengan nilai treshold 60 per lampu dengan jumlah maksimal lampu menyala 17 lampu LED per sensor. Sensor tekan lagu sudah dapat menyala dengan nilai ADC (max.1023) dengan treshold 150 untuk menyalakan lagu. Tombol tekan sudah dapat melakukan Next, Previous, dan Pause Film. Disimpulkan bahwa sistem ini dapat berjalan sesuai dengan yang dirancang. Sistem ini juga sebagai metode terapi untuk anak sindroma down. (ET,KS)

Kata Kunci: Sindroma Down, Sensor Tekan, Raspberry Pi, Anak, Android