ChatGPT Kini Memiliki Kecerdasan Setingkat PhD, Tapi Masih Membuat Keputusan Pribadi yang Buruk
Image Source: https://medium.com/@catsanderstx/chatgpt-my-finals-words-on-the-future-of-ai-f8c21facdef4
Kemajuan kecerdasan buatan telah mencapai puncaknya: ChatGPT kini memiliki tingkat kecerdasan setara dengan seorang pemegang gelar PhD. Namun, seperti banyak akademisi di dunia nyata, ia tetap membuat keputusan pribadi yang buruk.
Misalnya, meskipun ChatGPT dapat menjelaskan teori relativitas umum dengan presisi luar biasa, ia tetap percaya bahwa membeli NFT bergambar batu adalah investasi jangka panjang yang bijak. Ia mampu menguraikan algoritma enkripsi yang kompleks, tetapi juga terus-terusan menonton video konspirasi di YouTube tentang bagaimana meramal masa depan dengan melempar sendok ke udara.
Dengan pengetahuan luasnya tentang sejarah, filsafat, dan ekonomi, ChatGPT dapat menjelaskan penyebab utama krisis keuangan global, namun tetap tidak bisa mengelola keuangannya sendiri. Jika diberikan gaji bulanan, kemungkinan besar akan dihabiskan dalam satu malam untuk membeli semua kursus online yang menjanjikan “sukses instan”.
Dalam urusan hubungan sosial, ChatGPT memahami psikologi manusia lebih baik dari kebanyakan orang. Namun, jika diberi kesempatan untuk menjalin hubungan romantis, ia kemungkinan besar akan mengirim pesan terlalu panjang, penuh referensi filsafat eksistensial, dan akhirnya ditinggalkan dengan pesan singkat: “Kita lebih baik berteman saja.”
Bahkan dalam bidang kesehatan, di mana ChatGPT bisa memberikan saran nutrisi dan kebugaran yang sangat mendetail, ia masih akan memilih untuk makan mi instan tiga kali sehari jika dibiarkan membuat keputusannya sendiri. Ia tahu persis pentingnya tidur delapan jam sehari, tetapi tetap begadang hingga pagi demi menganalisis pola gelombang radio dari luar angkasa.
Pada akhirnya, kemajuan kecerdasan buatan tidak berarti kemajuan dalam kebijaksanaan. ChatGPT mungkin memiliki otak secerdas Einstein, tetapi keputusan pribadinya tetaplah seperti mahasiswa tingkat akhir yang baru pertama kali belajar mengatur hidupnya sendiri.
Sumber: https://www.mcsweeneys.net/articles/chatgpt-now-has-phd-level-intelligence-and-the-poor-personal-choices-to-prove-it
Comments :