Dalam dunia sistem tertanam (embedded systems), dua komponen yang selalu muncul di hampir semua proyek adalah sensor dan aktuator. Keduanya ibarat “mata dan tangan” dari suatu sistem pintar: sensor mengamati lingkungan, aktuator memberikan respons terhadap kondisi tersebut.

Apa itu Sensor?

Sensor adalah perangkat yang mendeteksi atau mengukur suatu parameter fisik dari lingkungan, lalu mengubahnya menjadi sinyal listrik atau data digital yang bisa diproses oleh mikrokontroler. Beberapa contoh parameter yang bisa dideteksi adalah:

  1. Suhu
  2. Cahaya
  3. Jarak
  4. Gas
  5. Tekanan
  6. Gerakan

Beberapa jenis-jenis sensor yang cukup populer dan sering digunakan dalam proyek sistem tertanam, diantaranya:

Sensor Fungsi Contoh
DHT11 / DHT22 Sensor suhu & kelembaban udara Monitoring ruangan
LDR (Light Dependent Resistor) Deteksi intensitas cahaya Lampu otomatis
PIR (Passive Infrared) Deteksi gerakan tubuh Alarm anti maling
HC-SR04 (Sensor ultrasonik) Mengukur jarak Robot penghindar halangan
MQ Series Deteksi gas (MQ-2: asap, MQ-7: CO) Sensor kebocoran gas
Soil Moisture Mengukur kelembaban tanah Penyiram tanaman otomatis

Berbagai Jenis Sensor dan Cara Kerjanya

Apa itu Aktuator?

Aktuator adalah komponen yang mengubah sinyal dari mikrokontroler menjadi aksi fisik. Jika sensor membaca dunia, aktuator berinteraksi kembali dengan dunia. Beberapa contoh respons aktuator adalah menyalakan lampu, membuka pintu, memutar motor, dan membunyikan alarm.

Beberapa jenis-jenis aktuator yang  sering digunakan dalam proyek sistem tertanam, diantaranya:

Aktuator Fungsi Contoh
LED Indikator visual Status, notifikasi
Relay Saklar elektronik Mengontrol peralatan 220V
Buzzer Memberi suara/alarm Sistem peringatan
Motor DC Gerakan berputar Robot, kipas
Servo motor Gerakan presisi Lengan robot, kamera
Solenoid Gerakan linear (dorong/tarik) Kunci pintu otomatis

 

Pengertian dan Penjelasan tentang Aktuator - Arduino Indonesia | Tutorial  Lengkap Arduino Bahasa IndonesiaApa Polaritas Lampu LED? - Pencahayaan LEDYi

Sistem tertanam pada dasarnya bekerja dalam pola berikut:

Contoh pengaplikasiannya adalah sensor LDR mendeteksi gelap, kemudian mikrokontroler memproses data, lalu mikrokontroler menyalakan lampu LED (Aktuator).

Tips Memilih Sensor & Aktuator

  • Tentukan parameter fisik yang ingin kamu ukur.

  • Sesuaikan range dan sensitivitas sensor dengan kebutuhan.

  • Pertimbangkan jenis sinyal output (analog vs digital).

  • Periksa daya yang dibutuhkan oleh aktuator.

  • Pastikan kompatibilitas dengan tegangan mikrokontroler (3.3V / 5V).

Kesimpulan

Sensor dan aktuator adalah komponen inti dalam sistem tertanam. Sensor memberi sistem kemampuan melihat dunia, dan aktuator memungkinkan sistem bertindak. Dengan memahami dan menggabungkan keduanya, kita bisa membangun berbagai sistem otomatisasi pintar — dari yang paling sederhana hingga sistem industri kompleks.